oleh

Di Duga ada Beberapa Kejanggalan Proyek Rigid Beton Bernilai Milyaran Rupiah

Way Kanan mitrabangsa.(Lampung) – Proyek jalan rigid beton senilai Rp27 miliar lebih yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung sarat kejanggalan dan tidak sesuai dengan sepek, Rabu (2/10/2019)

Sarnubi Ketua Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Patriot Indonesia (PI) mengatakan, proyek pembangunan jalan rigid beton yang dilaksanakan oleh dua PT yang berbeda diantaranya, PT. Segitiga Permai Perkasa paket peningkatan jalan ruas Blambngan Umpu-Sri Rejeki nilai paket Rp.11.100.850.000, diduga tidak sesuai sepek dan adanya kejanggalan.

“Kami melihat ada kejanggalan, pertama tidak dipasang papa plang informasi pekerjaan peningkatan jalan rusa Blambngan Umpu-Sri Rejeki yang sedang dikerjakan itu, papan plang bukannya di pasang di lokasi kerja malah papan plang di simpan di beskem tempat mereka menginap.

Untuk proyek pembaguna ruas jalan Sri Rejeki-Pakuan nilai paket Rp.16.587.210.000, yang dikerjakan oleh PT. Indoteknik Prima Solusi malah papan plang nya dipasang, ini ada apa, satu di pasang satunya gak, ini nama PT nya yang beda tapai yang mengerjakan tetap satu.

Sedangkan papan plang pun tidak ada penjelasan pajang volume dan lebar volume ini jelas adanya kenjangalan, selain itu tim pelaksana atau penangung jawab di kerjaan ini tidak pernah ada di lokasi yang ada cuma pengaman dari oknum Brimob dan pekerjaan,”ungkapanya.

Sarnubi melanjutkan, Selai itu, pekerjaan rigid beton di duga tidak sesuai denga sepke di manan untuk penyebaran Bes B nya tidak di padatkan dengan vibro hanya mengunakan eksa vator.

“Landas rijid yang mereka kerjakan benar mengunakan Bes B tapi tidak mengunakan vibro, seharusnya selesai di taburkan abu batu, selanjutnya di padatkan dengan vibro supaya tanah itu tetap terjaga dan tetap kokoh mana yang labil tidak labil lagi, itu guna nya makai vibro. Tapi ini malah makai eksa vator mengakibatkan tanah tetap labil.

“Saya sudah beberapa kali kesini tapi tidak pernah menemukan tim pelaksana atau penangung jawab proyek yang menelan anggaran Rp.27 miliar lebih ini pernah ada di lokasi,”ungkapnya.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai proyek jalan rigid beton yang anggaran nya bersumber dari APBD provinsi itu time PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Way Kanan mendatangi beskem para pekerja. Hasil pantau di lapangan di dapat papan plang proyek di simpan di beskem, dan untuk mengetahui lebih lanjut time mencoba mendapatkan informasi dari salah satu pekerja.

Ditemui di beskem Gunawan bagian quality control, di tanya mengapa papan plang informasi tidak dipasang di lokasi kerja, ia pun menjawab. “Kalau soal itu saya tidak tau pak, kenapa tidak dipasang di lokasi, selanjutnya disinggu masalah pengguna besi cor rigid beton yang di pakai, ia pun menjawab tidak tau ukuran besi yang di pakai. “Saya juga tidak tau berapa ukuran bensinya pak, yang dipakai”ungkapanya.

Untuk mengetahui berapa ukuran besi cor rigid beton yang di pakai time IWO langsung turun ke lokasi kerja. Hasil temuan time IWO didapat besi yang digunaka ukaran 10 mm banci untuk batangan kolom, sedangkan untuk cicin nya 8 mm banci dan untuk jarak cicin pada kolom antara satu dengan yang lain berjarak lebih dari 30 cm. Hasil penelusuran tim mulai dari ruas jalan Blambangan Umpu-Sri Rejeki dan rusa jalan Sri Rejeki-Pakuan Ratu.(Onal)

News Feed