Tiga Pria Sadis Yang Bunuh Pedagang Di Sukabumi Ditangkap!

MitraBangsa Sukabumi – Polres Sukabumi Kota meringkus anggota geng motor yang melakukan tindak pidana pembacokan hingga menewaskan satu orang pedagang jajanan anak di Sukabumi. Dalam menangani kasus tersebut, polisi membutuhkan waktu sekitar 9 hari untuk mengungkap motif dari perbuatan geng motor itu.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin mengatakan, ketiga anggota geng motor yang ditangkap berinisial DS (25), AF (22) dan ISB (25). Ketiganya ditangkap di Kampung Bihbul, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (7/5/2022) sekira pukul 01.00 WIB.

“Atas kinerja seluruh anggota Satreskrim Polres Sukabumi Kota yang bekerja ulet dalam olah TKP dan memeriksa saksi dan bukti yang ada, pada akhirnya sebelum berakhir Operasi Ketupat Lodaya 2022, kasus ini dapat terungkap,” ujar Zainal di Mapolres Sukabumi Kota, Selasa (10/5/2022).

Dia mengatakan, kronologis peristiwa itu bermula saat korban dijemput temannya atau saksi pada Kamis (28/4) dini hari menuju galeri ATM Bank BCA yang ada di Perumahan Pesona Cibereum Kota Sukabumi. Dalam perjalanan keberangkatan, pelaku dan korban sempat berpapasan namun tidak terjadi perselisihan di antara kedua pihak.

“Pada saat sepulangnya, korban dan saksi dari tempat galeri ATM, mereka kembali berpapasan sambil mengendarai sepeda motor. Korban dan saksi melihat pelaku mengendarai sepeda motor dengan berzigzag dalam keadaan mabuk, kemudian korban dan saksi berhenti dan mengatakan, ‘itu genk motor’,” katanya.

Diduga ucapan tersebut terdengar oleh para pelaku, yang kemudian mengakibatkan para pelaku langsung berputar arah dan mengejar korban serta melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit dan cocor bebek (corbek) hingga korban meninggal dunia.

“Diduga terdengar oleh para pelaku yang mengakibatkan para pelaku yang merupakan anggota genk motor XTC langsung berputar arah dan mengejar korban serta melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit dan cocor bebek hingga korban meninggal dunia,” ujarnya.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit dengan panjang sekira 45 cm, satu bilah senjata tajam jenis corbek dengan panjang sekira 65 cm, satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi terpasang F 4471 SAB.

Atas tindakannya, ketiga tersangka pembunuhan dan penganiayaan hingga korban meninggal dijerat pasal berlapis. Pertama Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan pidana penjara 15 tahun, Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHPidana tentang pengeroyokan dengan pidana penjara 12 tahun.

“Lalu Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dengan hukuman 10 tahun penjara, dan Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan mengakibatkan meninggal, diancam dengan pidana 7 tahun penjara,” katanya.

“Sengaja untuk kejadian ini kami ancamkan pasal berlapis untuk kemudian memberikan efek jera kepada pelaku. Sehingga ke depan mereka tidak mengulangi perbuatannya dan ini menjadi pelajaran untuk kita semua,” ujar Zainal.//*** MitraBangsa.