Prediksi Disdukcapil: Ada 10 Pendatang Baru Di Kota Bekasi

MitraBangsa Kota Bekasi – Usai libur Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memprediksi akan ada 10 ribu pendatang baru ke wilayah Kota Bekasi. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Bekasi,Taufik Hidayat, memprediksi ada kenaikan pendatang baru di Kota Bekasi dibandingkan tahun lalu.

Hal ini, karena tahun lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait larangan mudik Lebaran, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

 “Jika melihat kedatangan tanpa pindah datang, diproyeksikan mencapai 2 kali lipat dari jumlah yang menggunakan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) atau sekitar 10 ribu orang,” kata Taufik, Selasa, 10 Mei 2022.

Berdasarkan data pelaporan pindah datang penduduk yang masuk di Kota Bekasi periode Mei 2021 hingga Juni 2021, yang juga bertepatan pada momentum pasca Lebaran, tercatat ada sebanyak 6.225 orang masuk pindah menjadi warga Kota Bekasi.

“Memang 2021 itu yang masuk sekitar 6.225 orang ke Kota Bekasi, diproyeksikan saat ini bisa bertambah mencapai 10 ribu mengingat pandemi sudah mulai melandai sehingga kesempatan untuk warga dari daerah mengadu nasib ke wilayah ibu kota meningkat,” jelas dia.

Menurut dia, pihaknya tidak bisa mencegah warga dari darerah untuk datang atau tinggal di Kota Patriot itu. Sebab, kesempatan untuk tinggal dimanapun merupakan hal warga, sepanjang dokumen administrasi kependudukan lengkap.

“Prinsipnya sama dengan DKI bahwa kami tidak bisa mencegah warga yang akan masuk ke Kota Bekasi,” jelas dia.

“Karena kesempatan untuk tinggal dimana pun adalah hak warga negara sepanjang seluruh warga memiliki dokumen administrasi kependudukan yang lengkap,” katanya.

Taufik mengingatkan bagi seluruh warga yang tinggal di Kota Bekasi yang merasa belum melengkapi dokumen administrasi kependudukan, untuk segera melengkapi dengan mengurus melalui e-OPen yang produk pelayanannya dapat diambil di masing-masing Kecamatan di Kota Bekasi.

“Terutama bagi warga yang sudah numpang tinggal di Kota Bekasi melebihi waktu 1 tahun dipersilahkan mengurus proses perpindahan penduduk ke Kota Bekasi sebagaimana amanat dari UU tentang administrasi kependudukan,” demikian dia./***ADV  MitraBangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *