Usai Libur Lebaran, Warga Bekasi Pindah Kependudukan Dukcapil Catat 2.776

MitraBangsa Kota Bekasi –  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Taufik Rahmat Hidayat mencatat ada 2.776 warganya yang pindah kependudukan. Data itu diambil selama periode 9-19 Mei. “Berdasarkan SKPWNI yang diterbitkan Disdukcapil Kota Bekasi selama periode 9 sampai dengan 19 Mei 2022, sudah ada 2.776 orang (yang pindah),” tutur Taufik ketika dihubungi, Jumat (20/5/2022). Di sisi lain, Taufik mengatakan ada 1.818 permohonan masyarakat untuk menjadi penduduk Bekasi. Taufik menyebut banyak warga datang dan pergi karena Bekasi merupakan kota transit.

“Hasil pengamatan kita dalam setiap tahunnya memang masalah Kota Bekasi itu terkait dengan penduduk pindah dan datang itu selalu lebih besar atau berimbang minimal antara pindah dan datang, hal itu karena lokasi Kota Bekasi sebagai kota transit,” ucapnya. Taufik menuturkan Plt Wali Kota Bekasi menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai kependudukan non-permanen. SE tersebut diperuntukkan bagi pendatang yang hanya tinggal kurang dari satu tahun.

“Nah, ini kita penduduk non-permanen itu adalah nanti mereka yang tinggalnya di bawah satu tahun di Kota Bekasi,” ucapnya. Sementara masyarakat yang lebih dari satu tahun harus melakukan permohonan kependudukan tetap di Kota Bekasi. Dia mengatakan ada sanksi dalam peraturan daerah (perda).

“Apabila warga yang tinggal di Kota Bekasi sekurang-kurangnya satu tahun atau lebih wajib melakukan perpindahan. Memang secara UU sudah tidak ada sanksi, tetapi sanksi dalam layanan publik di pemerintahan Kota Bekasi itu kami atur di Perda No 10/2021, dia akan kesulitan mengakses layanan publik berbasis NIK di Kota Bekasi seperti PPDB online, layanan kesehatan, layanan UMKM,” imbuhnya.//*** MitraBangsa.