Eks Kadis DLH Cilegon Tersangka Korupsi, Walkot Evaluasi Jajaran

MitraBangsa  Cilegon – Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengaku prihatin atas ditetapkannya eks Kadis Lingkungan Hidup Ujang Iing (UI) jadi tersangka korupsi pembangunan depo sampah. Iing jadi tersangka bersama seorang pengusaha, Leo Handoko. “Yang pertama saya sangat prihatin terhadap kasus ini, beliau orang baik. Tapi saat ini kasusnya sedang ditangani oleh Kejari kita harus menghormati proses hukum,” kata Helldy kepada wartawan di Cilegon, Kamis (2/5/2022).

Helldy mengatakan kasus yang menjerat Iing sudah sejak lama sebelum dirinya menjabat. Pihaknya akan mengumpulkan seluruh perangkat daerah untuk mengevaluasi agar tidak terjadi kasus serupa. “Nanti kita kumpulkan seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) agar tidak lagi terjadi hal-hal seperti ini, kasus ini kasus 2019 artinya di zaman kami tidak ada hal-hal seperti ini,” katanya.

Pascakasus ini, Helldy meminta agar seluruh dinas di Pemkot Cilegon tak coba-coba melakukan hal-hal yang mengarah pada tindak pidana korupsi. Dia akan mengarahkan tiap dinas agar membentuk tim khusus untuk mengevaluasi seluruh pekerjaan yang ada. “Tentunya dengan cara transparan dengan cara tadi mengecek pekerjaan-pekerjaan dan bikin tim khusus tiap OPD agar supaya mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Eks Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Ujang Iing dijebloskan ke penjara atas dugaan korupsi pembangunan depo sampah di Kecamatan Purwakarta tahun anggaran 2019. Kasus dugaan korupsi ini dinilai merugikan negara Rp 844 juta. Selain Iing, Direktur PT Bangun Alam Cipta Indo, Leo Handoko selaku kontraktor dalam pembangunan depo sampah tersebut. Keduanya oleh Kejaksaan Negeri Cilegon ditetapkan tersangka usai menjalani pemeriksaan selama 6 jam lebih dan dibawa ke Lapas Serang pukul 20.00 WIB.

“Dari hasil penyidikan didapatkan bukti permulaan yang patut untuk menetapkan 2 (dua) orang tersangka UI selaku Pengguna Anggaran dan PPP dan LH selaku penyedia atau kontraktor,” kata Kepala Kejari Cilegon, Ineke Indraswati kepada wartawan di Cilegon, Selasa (31/5/2022). Terciumnya pembangunan depo sampah ini berawal dari adanya anggaran transfer depo Kecamatan Purwakarta pada Dinas Lingkungan Hidup tahun anggaran 2019 dengan nilai pagu paket pekerjaan sebesar Rp 939.200.000. Setelah dilakukan proses tender lalu PT Bangun Alam Cipta Indo ditentukan sebagai pemenang tender senilai Rp 844.056.000.

Ujang Iing selaku Kepala Dinas LH saat itu juga bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) melakukan penunjukan penyedia dan memerintahkan PT Bangun Cipta Alam Indo untuk memulai pelaksanaan pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp 844 juta. “Namun pada faktanya Tersangka LH selaku Direktur PT Bangun Alam Cipta Indo secara melawan hukum hanya meminjamkan bendera perusahannya kepada orang lain untuk mengikuti tender dan melaksanakan pekerjaan konstruksinya,” kata dia.//*** MitraBangsa.