Aksi Kepala Kades Dengan Adek Ipar Saling Kompak, Korupsi Dana Desa Rp 475 Juta

MitraBangsa  Pinrang – Kepala desa nonaktif di Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Dewiyanti dan mantan adik iparnya, Andi Muzakkir ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi dana desa. Perbuatan kedua tersangka disebut merugikan negara Rp 475 juta. Andi Dewiyanti selaku kades nonaktif Wiringtasi, Pinrang ditetapkan sebagai tersangka sejak Januari 2022 dan kini telah menjalani persidangan. Sementara Andi Muzakkir merupakan tersangka baru di kasus ini.

“Ada tersangka baru kita tetapkan yakni Andi Muzakkir sekaitan dengan korupsi ADD Desa Wiringtasi,” ujar Kasi Intel Kejari Pinrang Tomy Aprianto kepada detikSulsel, Rabu (22/6). Kendati demikian, tersangka Andi Muzakkir kini resmi ditetapkan menjadi DPO alias buron. Pasalnya tersangka sudah 3 kali mangkir dari panggilan penyidik.

“Ketika kami akan melakukan eksekusi sebagai tersangka, Andi Muzakkir tidak berada di tempat sehingga kami tetapkan sebagai DPO,” ungkap Tomy. Tomy mengatakan Andi Muzakkir ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pengembangan kasus korupsi anggaran dana Desa Wiringtasi tahun 2019. Andi ikut terjerat kasus atas perannya sebagai anggota tim pelaksana kegiatan (TPK). Andi Muzakkir dan Andi Dewiyanti disebut sama-sama melakukan manipulasi pada sejumlah pekerjaan yang menggunakan anggaran dana desa. “Selama ini setiap pekerjaan itu hanya TPK (Muzakkir) dan Kepala Desa saja yang tahu, sehingga kami temukan banyak pembayaran yang tidak sesuai atau misalnya di-mark up,” katanya. Hal ini disebut wajar karena keduanya merupakan keluarga. Kedua tersangka juga disebut pernah tinggal di kediaman yang sama. “Muzakkir ini sebelumnya tinggal di rumah Bu Desa (Andi Dewiyanti) dan setelah kami datangi dia sudah lama tidak ada di tempat tersebut,” jelasnya.//*** MitraBangsa.