Seorang Pria Di Bekasi Siram Air Keras Ke Keluarga Hingga Diciduk Polisi

MitraBangsa  Bekasi – Pria di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berinisial RS alias Kenzi (26) tega menyiramkan air keras ke istri, anak, dan mertuanya. Begini kronologi kejadian tersebut.

Kerap Cekcok

Peristiwa itu terjadi di rumah kontrakan korban di Sukatani, Kabupaten Bekasi, pada Senin (20/6) pukul 03.00 WIB. Mulanya, rumah tangga Kenzi dan istrinya, SH (25), tidak harmonis. Cekcok mulut antara Kenzi dan SH sering terjadi.

Emosi Gegara Perkataan Istri

Pihak RT sempat mendamaikan keduanya. Namun pertengkaran kembali terjadi setelah SH berkeras ingin bercerai dengan Kenzi. Pertengkaran itu membuat SH melontarkan ucapkan yang membuat Kenzi naik pitam. “Dengan ucapan tersebut, pelaku sakit hati, lalu (pelaku) membeli air keras,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022).

Beli Air Keras Bareng Teman

Pelaku bersama rekannya, A (DPO), membeli air keras di sebuah toko kimia di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. A lalu mengantarkan pelaku ke rumah kontrakan korban.

Siramkan Air Keras

Kenzi masuk ke rumah korban, sementara A menunggu di luar. Peristiwa penyiraman air keras pun terjadi. “(Kenzi) melakukan penyiraman air keras tersebut kepada istri, mertua, dan anaknya yang saat itu sedang tidur di rumahnya,” tambah Gidion. Para korban berteriak minta tolong. Hal ini tentunya mengundang perhatian warga sekitar yang terbangun.

Pelaku Kabur

Tapi Kenzi berhasil melarikan diri. Botol bekas air keras itu pun dibuang di sungai. Polisi lalu mengusut kejadian ini dan memburu Kenzi. Polisi sempat kesulitan menangkap Kenzi karena posisi Kenzi yang selalu berpindah-pindah. “Pelaku melarikan diri dan bersembunyi di beberapa tempat, seperti di rumah kosong, di sawah-sawah, dan terakhir di kuburan belakang rumah tetangga kakeknya,” jelas Gidion.

Pelaku Ditangkap

Namun polisi dapat membekuk Kenzi kurang lebih 1 bulan setelah kejadian mengerikan itu. “Sampai tim Opsnal Jatanras menangkap pelaku dan membawa pelaku ke Polres Metro Bekasi guna dilakukan pemeriksaan,” sambungnya. Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 76 C juncto Pasal 80 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2004, Pasal 44 ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2004, Pasal 355 KUHP, Pasal 353 KUHP, dan Pasal 351 KUHP. Pelaku terancam hukuman penjara paling berat 5 tahun dan paling lama 12 tahun.//***