Survei PPI: Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo Di Semua Parameter

MitraBangsa  Jakarta – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas sebagai calon presiden (capres) dibanding tokoh lainnya dalam hasil survei Parameter Politik Indonesia. Dalam kategori berbasis pertanyaan terbuka terhadap responden, elektabilitas Ganjar sebesar 25,4 persen. Mengungguli Menhan Prabowo Subianto 19 persen. Di urutan berikutnya ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 17,8 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 7,9 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 3,4 persen.

Lalu Menparekraf Sandiaga Uni 2,9 persen, Basuki Tjahaja Purnama 2,6 persen, serta Tri Rismaharini 1,5 persen. Tokoh lainnya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen. Ganjar Pranowo pun memiliki elektabilitas tertinggi dalam kategori berbasis pertanyaan tertutup 14 nama tokoh. Elektabiltias Ganjar sebesar 26,8 persen, mengungguli Prabowo 21,4 persen dan Anies Baswedan 17,8 persen. Begitu pun dalam kategori berbasis pertanyaan tertutup 10 nama tokoh. Elektabilitas Ganjar mencapai 27,9 persen. Diikuti Prabowo 22,7 persen dan Anies Baswedan 18 persen.

Dalam kategori berbasis pertanyaan tertutup tiga nama, elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 32,2 persen. Sementara itu, elektabilitas Prabowo 26,4 persen dan Anies Baswedan 22,3 persen. “Ganjar Pranowo sementara ini mendapat dukungan tertinggi pada skenario elektabilitas terbuka, elektabilitas 14 nama, 10 nama, 7 nama, 5 nama dan 3 nama,” kata Direktur Eksekutif Adi Prayitno, Selasa (12/7).

Motif Responden Memilih

Mayoritas responden dari survei Parameter Politik Indonesia yang memilih Ganjar Pranowo berdasarkan kinerja mencapai 26,2 persen. Tertinggi dibanding kategori lainnya. Kemudian, responden yang memilih Ganjar karena merakyat ada 24,4 persen, karakter baik 14 persen, tegas 6,5 persen, satu suku 4,9 persen, kepemimpinan yang baik 3,6 persen. Berbeda halnya dengan responden pemilih Prabowo. Responden yan memilih Ketua Umum Gerindra itu karena tegas, berani dan disiplin ada 39,1 persen. Lalu parameter kepemimpinan yang baik 8,5 persen, bisa memimpin Indonesia 6,9 persen, menyukai figur Prabowo 5,7 persen serta kinerjanya terbukti 5,4 persen.

Lalu para pemilih Anies Baswedan cenderung menilai kinerja yakni mencapai 30,2 persen. Menurut responden, kinerja Anies terbukti selama memimpin di Jakarta. Responden yang menilai kepemimpinan Anies tergolong baik ada 12, 7 persen, pintar dan cerdas 10,1 persen, merakyat 4,1 persen, bijaksana 3,7 persen, religius 2,6 persen. “Faktor Emosional atau citra paling penting bagi masyarakat adalah berani, disiplin, dan tegas (9,7%), merakyat (9,0%) dan baik (8,4%),” ucap Adi.

“Faktor rasional yang mendominasi motif memilih presiden adalah kinerja terbukti (16,9%) dan mampu memimpin (7,2%). Ini berarti walau faktor citra mendominasi pilihan publik, namun rekam jejak kepemimpinan calon presiden juga menjadi salah satu perhatian pemilih,” tambahnya. Survei melibatkan 1.200 responden yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan telepolling menggunakan kuesioner sepanjang 15-29 Juni.

Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error 2,9 persen.

Sebelumnya, Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) menyatakan elektabilitas capres yang paling tinggi adalah Prabowo Subianto dengan 29,3 persen. Diikuti Ganjar Pranowo 17,9 persen dan Anies Baswedan 14,2 persen serta Ridwan Kamil 6,1 persen.//***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *