Transfer Antar Bank Diturunkan Mencapai Rp500 Hingga Rp100 Per Transaksi

MitraBangsa  Jakarta – Perhimpunan Bank-bank Internasional Indonesia (Perbina) berharap biaya transfer antar bank bisa turun menjadi Rp500, bahkan hanya Rp100 per transaksi. Ketua Perbina sekaligus CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi mengisyaratkan harapan ini bukan isapan jempol, sepanjang ada kerja sama dan kolaborasi antar perbankan. Saat ini, biaya antar bank di Indonesia dengan BI Fast sebesar Rp2.500 per transaksi. Sebelumnya, biaya transfer antar bank lebih mahal, yakni Rp6.500 per transaksi.

“Dengan BI Fast pelanggan diuntungkan karena ada penurunan biaya dari Rp6.500 menjadi Rp2.500. Kami berharap ini bisa turun lagi ke Rp500 dan Rp100,” ungkapnya dalam acara Advancing Digital Economy and Finance: Inclusive and Sustainable Economic Activities, Rabu (13/7). Ia menilai hal ini sangat mungkin terjadi, asalkan kerja sama dan kolaborasi antar perbankan. Sebab, hal ini tak mungkin dilakukan jika kesepakatan hanya dilakukan sebagian. Harapan menurunkan biaya transfer antar bank dimaksudkan agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa masuk ke perbankan.

“Menurut saya ini hal yang mungkin. Sama dengan kita menurunkan biaya kartu kredit dari sebelumnya 45 persen ke 35 persen. Lalu, jadi 29 persen dan ke 20 persen. Tapi kita harus kolaborasi tidak bisa berdiri sendiri,” imbuh Batara. Ia melihat bahwa jumlah pelaku UMKM dan masyarakat di Indonesia yang belum tersentuh oleh perbankan sangat besar. Salah satunya karena biaya administrasi di perbankan yang dianggap mahal. Oleh karenanya, ia berharap kerja sama bisa dilakukan oleh perbankan dan juga regulator untuk memberikan informasi lengkap kepada masyarakat bahwa bank hadir memudahkan dengan biaya yang ringan.

Salah satunya dengan menurunkan biaya transfer antar bank menjadi lebih murah dari saat ini. “Jadi saya merasa (acara) ini adalah wadahnya. Kita membuat inovasi lebih cepat dan lebih baik bagi Indonesia,” pungkasny.//***