Desa Di Bangkalan Jadi Tersangka Korupsi APBDes Rp 587 Juta

MitraBangsa  Bangkalan – Polisi menetapkan empat perangkat Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Bangkalan sebagai tersangka korupsi APBDes tahun anggaran 2016. Keempat tersangka kini dilimpahkan ke Kejari Bangkalan dan langsung ditahan. KBO Satreskrim Polres Bangkalan Iptu Sugeng Harian mengatakan keempat tersangka itu yakni R (57) seorang perempuan sebagai Pj kades, ZA (50) bendahara desa, US (62) sekretaris dan MA (45) ketua BPD. Keempatnya menjabat sebagai perangkat desa pada tahun 2016.

Sugeng menambahkan akibat perbuatan penyalahgunaan APBDes ini, negara mengalami kerugian sebanyak Rp 587.339.400 juta. Pada tahun 2016, Desa Karang Gayam mendapatkan APBDes sebanyak Rp 1,6 miliar. “Akibat penyalahgunaan tersebut, negara mengalami kerugian sebanyak Rp 587.339.400 juta,” kata Sugeng, Jumat (15/7/2022). Korupsi dana APBDes itu dikorupsi keempat tersangka dengan modus melakukan pengadaan barang tidak sesuai laporan bahkan fiktif. Tak hanya itu, beberapa proyek dilakukan tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

“Kami mendapatkan banyak bukti bahwa dari pengadaan barang banyak fiktif. Artinya hanya berupa kuitansi dan tidak ada barang yang dibeli. Sedangkan proyek desa dilakukan tidak sesuai RAB,” jelasnya. Kini, berkas keempat tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bangkalan untuk didalami. Selain itu, pengembangan indikasi kasus serupa di desa lain juga sedang ditelusuri. Menurut Sugeng, penetapan keempat tersangka sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2020-2021. namun Demikian, polisi tidak menahannya karena mereka kooperatif selama penyidikan.

“Penetapan tersangkanya sudah lama di tahun 2021 setelah kami lakukan penyelidikan dan ada indikasi terlibat dalam kasus itu, namun memang tidak kami tahan karena empat tersangka ini kooperatif. Untuk hari ini kami limpahkan berkas kasusnya ke Kejari,” tandas Sugeng.//***