Wagub Ahmad Riza Patria Kasus Dugaan Korupsi Tanah Di Pulogebang

MitraBangsa  Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya menghormati proses hukum kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Pulogebang, Jakarta Timur, yang dikerjakan Perumda Sarana Jaya pada 2018-2019. Kasus itu sedang ditangani KPK. “Kami hormati, kami hargai. Apakah itu ada pengawasan, monitoring, pengecekan, pemeriksaan bahkan penyidikan, kami hormati,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2022).

Riza mengatakan penyidikan yang sedang dilakukan KPK merupakan bagian dari tugas aparat penegak hukum. Pemprov DKI, katanya, telah memiliki aturan khusus yang menjauhkan jajarannya dari praktik korupsi. Kami di jajaran ada aturan, ada segala macam supaya jauh dari korupsi,” ujarnya. Sebelumnya, KPK mengusut dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah di Pulogebang, Jakarta Timur. Pengadaan itu merupakan proyek BUMD Perumda Sarana Jaya pada 2018-2019.

“KPK saat ini sedang melakukan pengumpulan alat bukti terkait perkara dugaan TPK untuk pengadaan tanah di Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, oleh Perumda SJ (Sarana Jaya) tahun 2018-2019,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikir kepada wartawan, Jumat (15/7). KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan tanah ini. Namun, Ali masih enggan menyampaikan nama-nama tersangka. “Kami belum dapat menyampaikan pihak-pihak siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka dan uraian dugaan tindak pidana yang terjadi,” ujarnya.

Ali menyebut KPK masih terus melengkapi alat bukti dan memeriksa para saksi. Dia memastikan KPK segera mengumumkan konstruksi perkara hingga pihak yang dijadikan tersangka. “Setelah cukup, pasti KPK akan mengumumkan secara utuh hasil penyidikan perkara ini termasuk pihak yang ditetapkan sebagai tersangka,” tutur Ali. Penyidik KPK, kata Ali, hingga saat ini telah memanggil puluhan saksi. Mereka di antaranya pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN), pegawai BUMD, pihak swasta, hingga notaris.//***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *