Harga Telur Tinggi, Kenapa RI Deflasi Pada Agustus?

MitraBangsa Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia deflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Agustus 2022 di tengah lonjakan harga telur ayam. Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan lonjakan harga telur ayam tak berpengaruh besar terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan lalu. Sebab, andil telur ayam ras terhadap IHK hanya 0,02 persen. Menurut catatan BPS, harga rata-rata telur ayam ras Rp29.014 per kilogram (kg) pada Agustus 2022. Angka itu naik 2,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp28.330 per kg.

Margo mengatakan hanya harga telur ayam ras dan beras yang naik pada Agustus 2022. Untuk beras, rata-rata harganya naik 0,26 persen dari Rp11.520 per kg pada Juli 2022 menjadi Rp11.550 per kg pada Agustus 2022. “Pada Agustus harga beras itu sedikit alami peningkatan dan telur ayam ras pergerakan harga juga meningkat pada Agustus lalu,” ujar Margo dalam konferensi pers, Kamis (1/9). Di sisi lain, mayoritas harga pangan turun pada Agustus 2022. Beberapa komoditas tersebut, antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, daging ayam ras, dan ikan segar.

Dengan demikian, Indonesia tercatat deflasi pada bulan lalu sebesar 0,21 persen. Realisasi ini berbanding terbalik dengan Juli 2022 yang inflasi sebesar 0,64 persen. Sementara, inflasi RI secara tahunan (year on year/yoy) turun menjadi 4,69 persen pada Agustus 2022. Angkanya lebih rendah dari posisi Juli 2022 yang tembus 4,94 persen.//***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *