Ketua DPRD soroti Kinerja Dinas kesehatan terkait kasus positif HIV di Kota Bekasi

Kota Bekasi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi menyoroti jumlah angka kasus positif Human Immunodeficiensy Virus (HIV) yang meningkat secara drastis di Kota Bekasi

Melihat jumlah angka kasus wabah yang menyerang masyarakatnya setiap tahun kian meningkat sehingga Ketua DPRD Kota Bekasi menganggap persoalan ini perlu ditangani secara serius oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi

Melansir data Dinas Kesehatan Kota Bekasi Analisis Tes HIV dan Positif dari bulan Januari hingga bulan Juni tahun 2022 jumlah korban kasus positif Human Immunodeficiensy Virus (HIV) di kota bekasi sebanyak 362 orang, dan terdapat 192 orang yang belum diperbaharui dalam data tersebut

Ketua DPRD Kota Bekasi H.M. Saifuddaulah mengatakan bahwa perlu ditingkatkannya dalam penanganan oleh Dinas Kesehatan terhadap kasus yang menyebar kepada masyarakat kota bekasi

“kami pandang perlu ditingkatkannya kinerja, atau proses penanganan secara utuh oleh dinas kesehatan kota bekasi terhadap kasus hiv yang menyebar kepada masyarakat kita, yakni masyarakat kota bekasi” ujarnya saat diwawancara, Kamis (15/09/2022)

Dirinya juga menegaskan bahwa perlu dilakukannya sosialisasi secara berkelanjutan terhadap seluruh elemen masyarakat di kota bekasi guna menanggulangi penyebaran virus HIV terhadap masyarakat kota bekasi

“kemudian kami himbau kepada dinas kesehatan kota bekasi agar dapat melakukan sosialisasi secara berkelanjutan yang ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, pemuda, siswa, dan mahasiswa di kota bekasi, guna menanggulangi penyebaran virus hiv terhadap masyarakat kota bekasi.” Tegasnya

Dalam wawancara terpisah oleh wartawan mitra bangsa, NIA AMINAH KURNIATI, AP., S.IP., M.Si sekretaris dinas kesehatan kota bekasi membenarkan jumlah angka positif HIV

“554 adalah yang diperiksa dan berobat di Kota Bekasi, Bukan seluruhnya warga kota Bekasi”

Nia juga mengatakan bahwa dinas kesehatan sudah melaksanakan sosialisasi terkait penanggulangan kasus HIV tersebut

“Kami Dinas Kesehatan juga sudah melaksanakan sosialisasi tersebut,
Pada kegiatan giat Car Free Day (CFD)”

Dalam akhir statement dirinya mengatakan bahwa pelaksana program tersebut adalah puskesmas dan melibatkan bagian kesos dinas kesehatan sebagai tim nya

“Puskesmas kami ada pemegang Program nya, Dinas kesehatan Ada juga di Bag Kesos untuk timnya” tutupnya//*ADV- MitraBangsa.Online.

Penulis: Beben