Harga BBM Naik Jadi Biang Kerok Cabai Makin Mahal

MitraBangsa Jakarta – Kementerian Perdagangan mengungkap sejumlah penyebab atas kenaikan harga berbagai jenis cabai, mulai dari cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai merah besar. Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra mencatat ada tiga penyebab kenaikan harga, salah satunya naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

“Saat ini harga cabai ada kenaikan harga dikarenakan, pertanian di dataran tinggi sudah memasuki masa akhir panen, luas panen di dataran rendah masih spot-spot, dan kenaikan harga BBM memicu kenaikan biaya transportasi,” kata Syailendra catatan yang diberikan kepada detikcom, Selasa (20/9/2022). Meski demikian, Syailendra mengatakan telah memetakan daerah mana saja yang sudah siap panen dan rencana tanam. Panen dan rencana tanam ini baik untuk cabai merah besar hingga cabai rawit merah.

Sebagai informasi, belakangan cabai merah keriting memang mengalami kenaikan harga. Pada awal September saja, harganya mencapai Rp 80.000 per kilogram (kg). Kemudian harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan saat ini sekitar Rp 73.000/kg. Harga cabai rawit merah naik pekan ini sebelumnya sempat Rp 60.000/kg sekarang menjadi Rp 70.000/kg. Sebagai informasi, sebelumnya Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan harga cabai rawit merah naik ke level Rp 73.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga cabai jenis itu relatif stabil.

“Setelah beberapa minggu cabai merah keriting lebih mahal, sekarang harga cabai rawit merah sudah mulai naik. Naik kurang lebih Rp 3.000 per hari ini, ada juga yang sampai Rp 4.000. Kurang lebih jadi Rp 73.000/kg, cabai merah keriting awalnya Rp 73.000/kg jadi Rp 72.000/kg,” ujarnya, kepada detikcom, Senin (19/9/2022). Kemudian harga cabai merah besar juga disebut mengalami kenaikan menjadi Rp 74.000/kg. Komoditas lain yang mengalami kenaikan, bawang merah dari Rp 35.000/kg menjadi Rp 38.000/kg.//***