Kejaksaan Baru Setor Rp1,5 Triliun Dari Korupsi Jiwasraya

MitraBangsa  Jakarta  –  Direktur Eksekusi, Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksaminasi Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Undang Mugopal mengatakan, telah menyetorkan uang Rp1,5 triliun ke kas negara. Uang triliun rupiah itu merupakan hasil sita eksekusi dari rekening efek, obligasi dan beberapa aset lain milik Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro, dua terdakwa dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Total kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp16,8 triliun.

“Hasil penyitaan ini telah kami masukan ke kas negara,” kata Undang, Senin (10/10) malam. Undang menegaskan, jaksa eksekutor berupaya untuk mengembalikan nilai kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus rasuah ini.  Hingga saat ini, masih terus memburu aset milik Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro, bos PT Hanson International Tbk itu. Mereka masing-masing harus membayar uang pengganti hampir sebesar dengan nilai kerugian negara kasus ini. Heru Hidayat harus membayar uang pengganti sebesar Rp10,728 triliun. Sementara itu, Benny Tjokrosaputro diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp6,078 triliun.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, Undang menyebut, jaksa eksekutor mendeteksi sejumlah aset milik Benny Tjokrosaputro di wilayah Kabupaten/kota Serang dan Kabupaten Tangerang, Banten. Bahkan, mereka telah memetakan lahan milik Benny Tjokrosaputro yang masih berupa sawah dan diperuntukan untuk usaha lainnya.  Pekan lalu, jaksa mengeksekusi aset Benny Tjokro yang berupa 32 bidang tanah seluas 23,73 hektare (ha) yang tersebar di Kabupaten Serang dan Kota Serang.

“Ya belum lama ini juga kami sita eksekusi 97 ha tanah milik Benny Tjokrosaputro. Tanah ini akan kami serahkan ke Pusat Pemulihan Aset (PPA) supaya dilelang. Nah, sekarang proses lelangnya sudah mulai,” tambah Undang.Dia optimis,  pihaknya bisa mengumpulkan uang dari aset para terdakwa untuk menutupi nilai kerugian negara yang timbul dari kasus tersebut. Terlebih, jaksa belum melelang beberapa tambang yang disita terkait kasus ini. 

“Kalau yang tembang itu sudah bisa kita lelang, mungkin kami akan menyetor ke kas negara lagi sekitar empat triliun rupiah,” tutup Undang.//***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *