Kejati Jabar Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Cigasong Majalengka

MitraBangsa Bandung – Diduga melakukan gratifikasi pembangunan pasar di Kabupaten Majalengka, Kepala Bapenda Majalengka Irfan Nur Alam tak memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Jawa Barat. Tanpa ada keterangan, Irfan yang merupakan putra dari Bupati Majalengka Karna Sobani ini mangkir dari panggilan.

“Hari Senin dilakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan selaku Kepala Bapenda Majalengka terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi dengan cara sistematis yang dilakukan oleh ASN atau pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka,” kata Kasipenkum Kejati Jawa Barat Sutan Harahap dikonfirmasi via sambungan telepon, Rabu (2/11/2022).

Sutan menyebut, dugaan kasus korupsi yang dilakukan Irfan yakni terkait pembangunan pasar. “Kegiatan bangun guna serah Pasar Sindangkasih, Cigasong, Kabupaten Majalengka,” ujarnya. Menurut Sutan, tak ada keterangan sama sekali yang diberikan oleh Irfan. Pihaknya akan melayangkan pemanggilan kedua terhadap yang bersangkutan.

“Tidak ada keterangan sama sekali,” ujarnya. “Minggu ini juga akan dipanggil pada pemanggilan kedua,” tambahnya. Menurut Sutan, jika pada pemanggilan kedua Irfan tidak datang pihakmya akan lakukan panggilan ketiga. Namun, jika pemanggilan ketiga tak digubris maka akan dilakukan penjemputan paksa.

“Kalau sampai pemanggilan ketiga yang bersangkutan tidak mengindahkan penyidik maka penyidik akan melakukan Pemanggilan secara paksa sesuai dengan Undang-undang yang berlaku,” jelasnya. Disinggung terkait nilai dugaan korupsi, Sutan tak memberitahukan karena masih ada di penyidik. “Nilai dugaan korupsi masih di penyidik, nanti di penyidik ya,” pungkasnya./***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *