Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Warga Oleh Oknum Kades Di Sumedang

MitraBangsa  Sumedang  – Satreskrim Polres Sumedang masih menyelidiki terkait motif kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Kades Sarimekar dan anaknya terhadap seorang warga bernama Harnoko (38). Kedua belah pihak yang terlibat pun memiliki alibi masing-masing atas insiden tersebut. Kasi Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana menyebut, Polres Sumedang saat ini telah mengamankan tiga orang dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. “Saat ini ada tiga orang yang kita amankan dan masih dalam lidik dan pemeriksaan,” terang Dedi kepada wartawan, Selasa (6/11/2022). Dedi mengatakan, Satreskrim Polres Sumedang pun saat ini tengah mendalami terkait motif atas kasus tersebut. “Sampai saat ini Satreskrim Polres Sumedang masih menyelidiki tentang kasus terjadinya penganiayaan, masih didalami dan statusnya nanti akan dinaikkan setelah gelar perkara dilaksanakan,” paparnya. “Begitu pun untuk motifnya sendiri, saat ini masih didalami,” ujar Dedi menambahkan.

Sebelumnya, Desi (41) istri korban menyebut, kasus penganiayaan tersebut berkaitan dengan soal utang piutang proyek jalan di Kawasan Jatigede senilai Rp 280 juta. “Suami saya menagih itu sesuai janji dari dia (Kades),” terang Desi saat diwawancara detikjabar di IGD RSUD Sumedang, Senin (5/11/2022). Namun, Desi malah mendapati suaminya babak belur pasca menagih soal utang piutang tersebut. “Jadi suami saya itu mau menagih hutang kepada Kuwu Sarimekar namun tahu-tahu dapat kabar bahwa suami saya sudah babak belur di Puskesmas,” terangnya. Desi menyebut, korban sebenarnya dua orang, yakni suaminya dan kakak iparnya. “Suami saya dipukul oleh anaknya Kades, Sementara kakak ipar saya dipukul oleh Kadesnya,” ungkapnya.

Harnoko sendiri mengalami lebam di bagian mata sebelah kanan beserta lubang hidung yang terus menerus mengalami pendarahan atau mimisan. “Suami saya juga sudah mengalami muntah-muntah sebanyak empat kali,” terangnya. Sementara itu, Kades Sarimekar berinisial US membantah terkait insiden penganiayaan tersebut. Menurutnya, kasus tersebut murni keributan terkait jual beli rumah antara anaknya bernisial G dengan Harnoko. “Jadi Harnoko ini menawarkan rumah kepada anak saya dan uangnya itu sudah masuk kepada Harnoko namun pada kenyataannya uang tidak ada, rumah pun tidak ada. Kasus ini sebelumnya sudah mau dibikin laporan polisi namun saya cegah,” ungkap Kades US saat dihubungi detikjabar, Senin (5/11/2022) malam. US menyebut, uang yang diserahkan anaknya kepada Harnoko nilainya sebesar Rp 50 juta. Uang tersebut diketahui ternyata milik dari mertua anaknya. “Dan mertua anak saya itu menagih terkait uang itu. Sama saya kepada besan dijelaskan bahwa uang itu bukan dipakai oleh anak saya maupun oleh anak besan saya itu, namun uang itu sudah masuk kepada Harnoko yang menawarkan rumah, kwitansi dan tanda bukti ada dan saya bilang kepada besan jika tidak percaya temui Harnoko,” paparnya.

Namun saat menemui Harnoko, sambung US, istri dari anaknya malah dikata-katai oleh Harnoko. “Jadi pada saat menemui Harnoko, istri anak saya malah dikata-katai oleh Harnoko ini,” ujarnya.

Keributan pun berlanjut saat anak US berinisial G bertemu dengan Harnoko di kantor desa. Namun keributan pada saat itu sempat berhasil diredam. “Terus keributan saling lempar kata-kata terjadi di kantor desa tapi sama saya berhasil dilerai,” ujarnya.

US melanjutkan, keributan kembali terjadi saat kakak dari Harnoko bernama Agus ikut bicara. Menurut US, Agus inilah yang menjadi provokator sehingga keributan kembali terjadi dan tidak terkendali. “Di sini keributan kembali terjadi, saya saat itu memegang tangan kakaknya Harnoko bernama Agus karena takutnya mengeroyok anak saya dan anak saya sendiri dipegangi oleh polisi desa. sementara Harnoko tidak ada yang pegang, sehingga keributan pisik antara Harnoko dan anak saya pun tidak terkendali. Harnoko saat itu sempat menjambak rambut anak saya, lalu sama anak saya ditonjok satu kali dan langsung terjatuh, nah seperti itu kejadiannya,” papar US.

US sendiri membantah jika dirinya turut memukul baik kepada Harnoko ataupun kakaknya Harnoko, yakni Agus. “Banyak saksi, tangan saya juga sedang sakit, saya hanya memegangi tangan kakaknya Harnoko,” terangnya. US pun membantah jika kasus ini ada kaitannya dengan proyek pembangunan jalan di Kawasan Jatigede. “Ah itumah hanya rekayasa saja, tidak ada itu, bahkan soal kasus jual beli rumah saja tidak saya bikin laporan polisi,” terangnya.//***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *