Berita  

Pelaku Pembunuhan Wanita Di Cepogo Boyolali Telah Ditangkap Polisi

banner 120x600

MitraBangsa.Online Boyolali – Seorang penjual bubur Jumiyem ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Desa Gubug, Cepogo, Boyolali, Kamis (6/4). Nenek 64 tahun itu diketahui dibunuh oleh keponakannya sendiri Nuryanto (42). Tersangka ditangkap petugas Polres Boyolali bersama Jatanras Polda Jateng pada Minggu (9/4), di daerah Umbul Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang. Aksi Nuryanto tergolong sadis saat menghabisi nyawa bulik atau tantenya itu.

Nuryanto menggunakan berbagai alat untuk menghilangkan nyawa korban. Mulai dari linggis, tabung gas hingga pisau. Boyolali – Seorang penjual bubur Jumiyem ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Desa Gubug, Cepogo, Boyolali, Kamis (6/4). Nenek 64 tahun itu diketahui dibunuh oleh keponakannya sendiri Nuryanto (42).

Tersangka ditangkap petugas Polres Boyolali bersama Jatanras Polda Jateng pada Minggu (9/4), di daerah Umbul Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang. Aksi Nuryanto tergolong sadis saat menghabisi nyawa bulik atau tantenya itu. Nuryanto menggunakan berbagai alat untuk menghilangkan nyawa korban. Mulai dari linggis, tabung gas hingga pisau.

Selain Nuryanto, polisi juga menangkap istri siri Mudmainah (40). Mudmainah ikut berperan membantu menjualkan perhiasan emas korban yang digondol Nuryanto. Donna menjelaskan pembunuhan yang dilakukan tersangka pada Rabu (5/4) sekitar pukul 20.00 WIB sudah direncanakan. Bahkan Nuryanto sudah menyiapkan berbagai alat untuk menghabisi buliknya itu.

Saat itu Nuryanto ke rumah korban dengan pura-pura membeli rokok dan meminjam uang Rp 5 juta. Itu dilakukan lantaran sebelumnya sang istri meminta uang kepada Nuryanto untuk membayar hutang. Dua hari berlalu, Nuryanto gagal mencari uang.

“Dua hari mencari uang tidak dapat, kemudian berfikir untuk meminjam uang kepada korban,” kata Donna.

“Namun tersangka ini sudah membawa linggis yang sudah disiapkan dan mengenakan sarung tangan. Karena tiga hari sebelumnya tersangka sudah ada niat untuk melakukan pembunuhan terhadap korban dan untuk menguasai harta korban,” imbuh Donna.

Setelah itu tersangka menghabisi korban dengan begitu sadis. Pertama, tersangka memukul punggung dan kepala korban menggunakan linggis. Kemudian dia meminta surat-surat perhiasan emas yang dipakai korban. Dalam kondisi terluka dan bersimbah darah, korban akhirnya mengambilkan surat perhiasan kalung dan gelangnya lalu diserahkan ke keponakannya itu. Usai mendapatkan yang diinginkannya, Nuryanto tidak begitu saja pergi.

Dia justru melanjutkan penganiayaannya kepada korban hingga tewas.

“Tersangka juga menusuk tubuh korban menggunakan linggis, menusuk korban menggunakan pisau, serta memukul kepala korban menggunakan tabung gas (3 kg) sebanyak tiga kali,” jelas Donna. Akibatnya korban tewas dengan 13 luka. Lalu Nuryanto mengambil gelang dan kalung emas yang dipakai korban. Dia juga menggondol uang tunai korban.

Usai melakukan aksinya, Nuryanto ke rumah istri sirinya, Mudmainah di Bandungan, Kabupaten Semarang. Sementara jenazah korban ditemukan keesokan harinya, Kamis (6/4) sekitar pukul 06.30 WIB oleh Suyati (71) yang merupakan ibu Nuryanto.

Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga mengamankan perhiasan milik korban berupa gelang emas seberat 50 gram yang belum sempat dijual tersangka, berikut surat pembeliannya. Selain itu, uang tunai dari hasil penjualan kalung emas milik korban serta uang receh milik korban di dalam toples juga diamankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *