MitraBangsa.Online Kota Bekasi – Suasana damai dan penuh kekhidmatan menyelimuti halaman Sekolah Global Persada Mandiri pada Minggu pagi (20/4), saat Walikota Bekasi, Tri Adhianto, secara resmi melepas keberangkatan para Biksu Thudong yang tengah melanjutkan perjalanan spiritual mereka menuju Candi Borobudur. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Waisak 2569 BE yang akan dipusatkan di Magelang, Jawa Tengah.
Para Biksu Thudong sebelumnya telah bermalam di Kota Bekasi sebagai salah satu titik singgah dalam tradisi perjalanan suci yang dilakukan dengan berjalan kaki melintasi berbagai daerah di Indonesia. Tradisi Thudong merupakan bentuk latihan spiritual yang sarat makna, dimana para Biksu bergantung pada kemurahan hati masyarakat selama perjalanan mereka — sebagai bentuk latihan batin, kerendahan hati, dan meditasi mendalam.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Bekasi, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas agama yang turut memberikan dukungan moral dan spiritual. Nuansa toleransi dan kebersamaan terasa kental, mencerminkan karakter inklusif masyarakat Bekasi yang majemuk dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman.
Dalam sambutannya, Walikota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan rasa hormat dan bangganya atas kehadiran para Biksu Thudong di Kota Bekasi. “Kami merasa terhormat karena Kota Bekasi menjadi salah satu tempat singgah dalam perjalanan suci para Biksu Thudong. Ini adalah momen yang sangat berarti bagi kami semua,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran para Biksu Thudong bukan hanya membawa energi spiritual, tetapi juga pesan perdamaian dan toleransi yang kuat. “Semoga kegiatan seperti ini dapat memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat kita. Bekasi adalah kota yang majemuk, dan dari sinilah kita bisa tunjukkan bahwa kebersamaan dalam perbedaan itu nyata dan indah,” lanjutnya.
Tri Adhianto juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan saling menghormati antarumat beragama. “Tradisi Thudong ini mengajarkan kepada kita nilai-nilai universal seperti kesabaran, kesederhanaan, dan saling peduli. Hal-hal seperti inilah yang perlu kita rawat bersama,” tutupnya.
Para Biksu kemudian melanjutkan perjalanan mereka dengan langkah tenang namun penuh makna, diiringi doa dan harapan dari masyarakat Bekasi yang mengantar mereka dengan hangat.//***ADV MitraBangsa.Online.












