Penjualan Hewan Kurban Di Cianjur Menurun Jelang Idul Adha, Harga Dan Ekonomi Jadi Faktor Utama

  • Bagikan

MitraBangsa.Online Cianjur – Menjelang perayaan Idul Adha tahun 2025, penjualan domba dan sapi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga domba serta kondisi ekonomi yang lesu diduga menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat terhadap hewan kurban.

Rosid (60), seorang pedagang domba di Pasar Hewan Cianjur, mengungkapkan bahwa transaksi jual beli hewan kurban tahun ini jauh lebih sepi daripada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, setelah berjualan seharian, ia hanya berhasil menjual beberapa ekor saja.

“Kalau tahun lalu saya datang ke pasar hewan jam 11 siang, sore itu sudah terjual 10 ekor. Namun sekarang, bahkan untuk menjual sampai 5 ekor saja sulit,” ujar Rosid, Kamis (29/5/2025).

Kondisi ini membuat Rosid enggan membawa banyak stok domba ke pasar demi menghindari kerugian akibat tidak laku terjual.

“Saya beli domba dari peternak lalu dijual di pasar. Karena sepi, saya hanya membawa sedikit stok agar tidak merepotkan jika tidak laku,” tambahnya.

Kepala Pasar Hewan Cianjur, Murad, menyatakan bahwa meskipun penjualan domba mulai ramai dua pekan sebelum Idul Adha, volume transaksi tahun ini menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Dibanding hari biasa memang ada kenaikan, tapi kalau dibandingkan dengan momen Idul Adha tahun sebelumnya, penjualan hewan kurban mengalami penurunan,” kata Murad.

Biasanya dalam sehari, Pasar Hewan Cianjur mampu menjual sekitar 80 hingga 100 ekor domba dan kambing, namun tahun ini hanya mencapai 50 hingga 80 ekor saja.

“Secara kasar, terjadi penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Murad menjelaskan bahwa kenaikan harga domba yang kini mencapai lebih dari Rp 4 juta per ekor dari sebelumnya Rp 3,5 juta, serta melemahnya daya beli masyarakat, menjadi faktor utama penurunan penjualan hewan kurban.

“Saat ini harga domba sudah di atas Rp 4 juta per ekor, sebelumnya Rp 3,5 juta. Daya beli masyarakat juga menurun, sehingga berdampak pada penjualan hewan kurban,” ungkapnya.

Selain domba, penjualan sapi kurban di Cianjur juga mengalami penurunan hingga 30 persen. Uki Lukman (45), staf peternakan Haji Basor, menyampaikan bahwa dari total stok 300 ekor sapi, baru sekitar 200 ekor yang terjual.

Padahal harga sapi tahun ini relatif stabil, berkisar antara Rp16 juta hingga Rp100 juta per ekor.

“Saat ini masih tersisa sekitar 100 ekor sapi. Padahal biasanya stok kami sudah habis terjual. Tahun lalu stok kami mencapai 400 ekor,” kata Uki.

  • Bagikan