MitraBangsa.Online – Realisasi pengerjaan berbagai proyek pembangunan di Kota Bekasi tahun 2025 mendapat sorotan tajam dari Komisi II DPRD Kota Bekasi. Anggota Komisi II, Yenny Kristianti, menilai progres pembangunan masih jauh dari target yang diharapkan.
Menurut Yenny, keterlambatan terjadi akibat proses lelang/tender yang berjalan lambat serta adanya perubahan mekanisme baru dalam sistem pengadaan barang dan jasa.
“Memang sebelumnya kita sudah rapat dengan dinas terkait. Dinas menyebut lelang atau tender dan adanya perubahan mekanisme. Itu yang bikin jadi terlambat. Jadi pokoknya ada sistem baru lah,” ujar Yenny, Rabu (19/11/2025).
Progres Pengerjaan Baru 50 Persen
Yenny menjelaskan bahwa laporan terakhir yang diterima Komisi II menunjukkan progres pengerjaan baru sekitar 50 persen. Namun, pihaknya belum menerima pembaruan resmi dari dinas terkait.
“Kalau kemarin disebut sudah 50 persen, cuma kita belum update lagi. Tapi mereka meyakinkan di Desember itu 100 persen pekerjaan selesai semua,” katanya.
Pentingnya Masa Perawatan Pascapekerjaan
Politisi PSI tersebut menekankan bahwa persoalan pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian fisik semata. Ia menyoroti pentingnya masa perawatan (maintenance) pascapekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
“Pekerjaan selesai, tapi kan harus ada perawatan resistensi. Nah itu belum dibicarakan sejauh itu. Kita kemarin fokus mengejar pencapaian target,” jelasnya.
Optimisme Dinas Terkait
Meski terdapat kendala, Yenny menyebut dinas terkait tetap optimistis menuntaskan seluruh proyek pembangunan dan mencapai serapan anggaran maksimal.
“Mereka dari dinas optimis, pokoknya menyampaikan 100% untuk 2025 pasti terserap,” ungkapnya.
Komisi II Siap Dorong Evaluasi
Yenny menegaskan bahwa Komisi II DPRD Kota Bekasi akan mendorong evaluasi apabila target realisasi pembangunan tidak tercapai sesuai rencana.
“Kalau memang tidak tercapai, Komisi II mendorong evaluasi dinas terkait, termasuk kepala dinasnya,” tandasnya.//***ADV












