MitraBangsa.Online – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan penjelasan terkait kondisi sejumlah halte modern yang baru dibangun setahun lalu namun kini sudah mengalami kerusakan cukup parah. Proyek bernilai miliaran rupiah itu dinilai memprihatinkan karena tidak sesuai dengan harapan kualitas dan daya tahan.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dishub untuk rapat koordinasi khusus guna meminta klarifikasi atas kondisi tersebut.
“DPRD akan memanggil Dishub untuk membahas secara khusus persoalan ini. Kami ingin mengetahui bagaimana proses pembangunan, pengawasan, hingga perawatan halte-halte tersebut,” tegas Evi.
Anggaran Besar, Kualitas Dipertanyakan
Halte yang dibangun menggunakan pagu anggaran Rp180 juta untuk halte besar dan Rp135 juta untuk halte kecil seharusnya mampu bertahan lebih lama. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Sedikitnya 10 halte modern dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari retak, komponen rusak, hingga struktur melemah.
Ironisnya, usia bangunan tersebut baru memasuki satu tahun lebih. Kerusakan cepat pada proyek bernilai ratusan juta rupiah per unit itu memunculkan pertanyaan besar mengenai kualitas material, spesifikasi teknis, dan efektivitas pengawasan selama proses pembangunan.
Minimnya Perawatan Berkala
DPRD juga menyoroti ketiadaan upaya pemeliharaan rutin dari pihak terkait. Infrastruktur publik seperti halte, yang berada di ruang terbuka dan rentan terhadap cuaca serta vandalisme, seharusnya mendapatkan perawatan berkala.
“Tanpa pemeliharaan, kerusakan pasti makin cepat. Ini mengindikasikan ada kelalaian dalam pengelolaan aset publik setelah proyek selesai,” ujar Evi.
DPRD Minta Anggaran Perawatan Jadi Prioritas
DPRD meminta Dishub memasukkan anggaran perawatan sebagai komponen wajib dalam pengelolaan aset publik, terutama untuk infrastruktur yang masih tergolong baru.//***ADV












