JDT Kecewa Dengan FAM Usai Pemain Kena Sanksi FIFA: Berharap Bisa Segera Selesai

  • Bagikan

MitraBangsa.Online – Johor Bahru. Klub sepak bola Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT), menyampaikan kekecewaannya terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyusul sanksi dari FIFA yang menimpa tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Akibat sanksi tersebut, tiga pemain JDT dinyatakan tidak bisa dimainkan, memengaruhi komposisi tim dalam kompetisi domestik.

Ketua Eksekutif JDT, Luis Garcia, menyebutkan bahwa kesalahan teknis dalam pengiriman dokumen dari FAM ke FIFA menjadi penyebab utama hukuman tersebut. “Kami berharap masalah ini bisa segera diselesaikan dan para pemain yang terlibat dapat kembali memperkuat JDT dalam waktu dekat,” ujarnya, dikutip dari Bharian.

FIFA Jatuhkan Sanksi atas Pemalsuan Dokumen

FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi disipliner kepada FAM setelah terbukti melakukan pemalsuan dokumen naturalisasi terhadap tujuh pemain asing. FAM dikenai denda besar dan para pemain yang bersangkutan dijatuhi larangan bermain.

Tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang terkena sanksi adalah:

  • Gabriel Felipe Arrocha
  • Facundo Tomás Garcés
  • Rodrigo Julián Holgado
  • Imanol Javier Machuca
  • João Vitor Brandão Figueiredo
  • Jon Irazábal Iraurgui
  • Hector Alejandro Hevel Serrano

FIFA menyatakan bahwa FAM melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen. Investigasi menunjukkan adanya rekayasa administratif dalam proses naturalisasi ketujuh pemain tersebut.

Dampak terhadap Klub dan Kompetisi

Sanksi ini tidak hanya berdampak pada Timnas Malaysia, tetapi juga memengaruhi klub-klub yang memiliki pemain naturalisasi, termasuk JDT. Absennya tiga pemain inti membuat JDT harus melakukan penyesuaian strategi dan rotasi skuad.

JDT berharap FAM segera mengambil langkah hukum dan administratif untuk menyelesaikan persoalan ini, agar para pemain bisa kembali berlaga dan reputasi sepak bola Malaysia tidak semakin tercoreng di mata dunia.

Penulis: Nur

Penayang: MitraBangsa.Online

  • Bagikan