MitraBangsa.Online – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai upaya dalam mengatasi tantangan di sektor pendidikan dan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Bekasi.
Menurut Ahmadi, salah satu persoalan mendesak yang perlu mendapat perhatian serius adalah kekurangan tenaga pendidik di sekolah negeri.
“Saat ini kita kekurangan sekitar 1.400 guru, dan diperkirakan hingga tahun 2026 jumlahnya bisa mencapai 2.400 guru karena banyak yang memasuki masa pensiun,” kata Ahmadi, Kamis (20/11/2025).
Perlunya Kolaborasi Lintas Sektor
Ahmadi menilai penyelesaian persoalan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan tinggi.
“Tidak bisa pemerintah menyelesaikannya sendiri. Harus ada kolaborasi dengan organisasi, kampus, dan berbagai pihak lain,” tegasnya.
Kerja Sama dengan Universitas
Komisi IV DPRD Kota Bekasi telah mendorong terjalinnya kerja sama antara Pemkot Bekasi dan sejumlah universitas, seperti UNISMA Bekasi serta Universitas Padjadjaran Bandung, guna meningkatkan kualitas dan ketersediaan guru di wilayah tersebut.
Sebagai langkah solutif, Dinas Pendidikan Kota Bekasi kini menjalankan program kerja sama dengan beberapa kampus untuk menugaskan mahasiswa pendidikan menjadi tenaga pengajar sementara di sekolah-sekolah.
“Mereka akan mendapat honor sekitar Rp500 ribu per bulan dan sertifikasi pengalaman mengajar yang bisa digunakan setelah lulus,” jelas Ahmadi.
Program Kreatif Atasi Kekurangan Guru
Program ini dijalankan melalui MOU selama enam bulan, di mana mahasiswa pendidikan akan membantu mengajar terutama saat masa libur kuliah.
“Ini langkah kreatif untuk mengatasi kekurangan guru tanpa melanggar aturan Kemendikbud,” pungkasnya.//***ADV












