MitraBangsa.Online – Palembang. Kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap pasangan suami istri pemilik Toko Kemplang “Kerupuk Suwandi” di Jalan Pengadilan, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, memasuki babak baru. Aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi satu terduga pelaku yang diyakini sebagai otak utama aksi keji tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya kini melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku.
“Terduga pelaku yang teridentifikasi satu orang masih kita kejar. Tim gabungan terus bergerak di lapangan,” ujar Andrie, Rabu (26/11/2025).
Tim Gabungan Bergerak Cepat
Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Unit Reskrim Polsek IT I Palembang, Satreskrim Polrestabes Palembang, serta Tim Jatanras Polda Sumsel. Sejumlah saksi, termasuk warga yang mendengar teriakan korban, telah diperiksa.
Selain itu, polisi meneliti rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap identitas pelaku dan kronologi lengkap peristiwa tragis tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengumpulkan bukti pendukung dan memastikan pelaku segera ditangkap,” tegas Andrie.
Korban Dibunuh dengan Senjata Tajam
Berbeda dengan kabar yang sempat beredar, polisi memastikan tidak ada aksi penembakan. Kedua korban mengalami luka fatal akibat senjata tajam jenis pisau.
Keterangan ini diperkuat oleh mertua korban, Falina (82), yang menyaksikan langsung peristiwa perampokan.
“Pelaku mengancam sambil membawa pisau. Korban sempat memberikan uang Rp3 juta. Setelah itu korban berteriak minta tolong,” ungkap Falina.
Tetangga Mendengar Teriakan
Seorang tetangga, Rudi, mengaku mendengar teriakan dari dalam ruko yang sehari-hari digunakan korban untuk berjualan kerupuk. Saat masuk, ia mendapati pasangan suami istri sudah tergeletak penuh luka.
“Saya langsung panik dan memanggil warga lainnya,” ucap Rudi.
Ruko tersebut diketahui sebagai tempat usaha kerupuk terkenal “Suwandi Cabang Dempo”, sekaligus tempat tinggal keluarga korban.
Warga Terkejut, Polisi Perketat Pengamanan
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam sekaligus rasa takut di kalangan warga sekitar. Polisi telah memasang garis polisi, melakukan olah TKP, serta mengamankan sejumlah barang bukti.
Hingga kini, identitas lengkap pelaku belum dipublikasikan, namun polisi memastikan pengejaran dilakukan tanpa kompromi.
“Kami pastikan pelaku akan tertangkap. Tinggal menunggu waktu,” tutup AKBP Andrie.












