banner 728x250

Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Nelayan dan Warga Mengeluh

banner 120x600
banner 468x60

MitraBangsa.News _Enggano Bengkulu – Pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menyebabkan kapal yang melintas mengalami kandas, sehingga memunculkan pertanyaan tentang keseriusan PT Pelindo II dalam mengelola pelabuhan tersebut.

Menurut Kepala Desa Apoho, Redy Kaitora, pendangkalan ini seharusnya bisa diantisipasi lebih awal. “Yang paham kondisi pelabuhan itu ya Pelindo. Kalau mereka serius, dipastikan tidak akan pernah ada pendangkalan alur yang berdampak kepada masyarakat Bengkulu,” ujarnya.

banner 325x300

Redy menambahkan bahwa pendangkalan ini merupakan tanggung jawab Pelindo dan seharusnya tidak terjadi jika pengelolaannya dilakukan dengan baik. Dampak dari kondisi ini sangat dirasakan oleh masyarakat Pulau Enggano yang mengalami kesulitan transportasi. “Anak-anak yang mudik ke pulau tidak bisa kembali tepat waktu untuk kuliah,” katanya dengan nada kecewa.

Menyikapi masalah ini, forum kepala desa Pulau Enggano berencana mengajukan audiensi dengan Gubernur Bengkulu. Namun, hingga saat ini audiensi belum terlaksana karena Gubernur masih berada di Jakarta dalam rangka percepatan pengerukan alur.

“Kami ingin bertemu Pak Gubernur agar persoalan alur ini tidak membuat kami di Enggano semakin terisolir. Hasil bumi seperti pisang dan ikan banyak yang membusuk akibat tidak adanya kapal,” jelas Redy.

Ia juga menegaskan bahwa jika alur pelabuhan dikeruk secara rutin, kapal dapat kembali berlayar ke Enggano, hasil laut dan pertanian bisa diangkut ke Bengkulu, serta mobilisasi barang dan jasa kembali normal. “Kami berharap pemerintah bersama Pelindo dapat menganggarkan dana untuk pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, paling tidak dua tahun sekali, karena posisi alur ini rawan pendangkalan setiap tahun,” tambahnya.

Keluhan Nelayan

Pendangkalan ini juga menjadi keluhan para nelayan. Beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa mereka harus lebih berhati-hati saat melintas karena harus mendekati dinding batu alur untuk masuk ke dermaga.

“Harus dekat dinding batu yang agak dalam di pintu masuk, tapi harus hati-hati agar tidak menabrak batu,” ujar Edo, seorang ABK kapal ikan.

Dengan kondisi ini, masyarakat Bengkulu berharap ada tindakan konkret dari pihak terkait agar alur pelayaran kembali lancar dan tidak menghambat aktivitas ekonomi serta transportasi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *