Lombok, MitraBangsa.Online — Kasus kematian Brigadir Nurhadi akhirnya menemui titik terang. Setelah penyelidikan intensif oleh Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), terungkap bahwa anggota kepolisian tersebut tewas akibat dibunuh oleh atasannya sendiri. Peristiwa memilukan ini mengguncang institusi kepolisian dan memicu kecaman dari berbagai pihak.
Korban, Brigadir Nurhadi, sebelumnya dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan. Namun, hasil autopsi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa kematian korban bukan karena sebab alami atau kecelakaan, melainkan akibat kekerasan fisik.
Motif Pembunuhan Masih Didalami
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, membenarkan bahwa pelaku adalah atasan langsung korban yang berpangkat perwira menengah. Pelaku kini telah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan mendalam oleh tim penyidik Propam dan Reskrimum.
“Dari hasil penyelidikan, kami menemukan bukti-bukti yang mengarah pada tindakan pembunuhan. Pelaku diduga memiliki motif pribadi yang saat ini masih kami dalami,” ujar Kombes Artanto dalam konferensi pers, Selasa (tanggal disesuaikan).
Dugaan Konflik Internal di Lingkungan Dinas
Sumber internal menyebut bahwa sebelum peristiwa tragis tersebut, Brigadir Nurhadi dan atasannya sempat terlibat dalam konflik di lingkungan kerja. Namun, hingga kini polisi belum membeberkan secara detail jenis konflik ataupun pemicu utama terjadinya tindak kekerasan.
Selain itu, tim forensik juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk rekan kerja dan keluarga korban.
Reaksi Keluarga dan Masyarakat
Pihak keluarga Brigadir Nurhadi menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya dan meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan. “Kami sangat terpukul. Kami percaya institusi kepolisian bisa memberikan keadilan untuk adik kami,” ujar kakak korban kepada MitraBangsa.Online.
Masyarakat sipil dan lembaga pengawas independen juga ikut angkat suara. Banyak yang menilai bahwa kasus ini harus dijadikan momentum untuk menertibkan budaya kekerasan dalam struktur komando dan memastikan perlindungan terhadap anggota di semua level.
Komitmen Kapolda: Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Kapolda NTB, Irjen Pol Raden Umar Faruq, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan menindak tegas siapapun yang terlibat. “Kami tidak mentoleransi kekerasan dalam institusi. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
MitraBangsa.Online akan terus memantau perkembangan terbaru dari proses hukum atas kasus tragis yang menimpa Brigadir Nurhadi, serta upaya institusional untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.












