Melayang Nyawa Herlan Dibunuh Teman Bisnis di Gumuk Pasir Parangtritis

  • Bagikan

MitraBangsa.Online – Kasus kematian tragis menimpa Herlan Matrusdi (68), warga Cakung, Jakarta Timur, yang ditemukan tewas di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Polisi telah menetapkan dua orang rekan bisnis korban sebagai tersangka.

Dua Tersangka Diamankan

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyebutkan kedua pelaku berinisial RM (42) warga Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, dan FM (61) warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Keduanya diketahui memiliki hubungan bisnis dengan korban.

“Polres Bantul sudah menetapkan 2 orang terduga pelaku sebagai tersangka dalam perkara pembunuhan dan atau tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Rita.

Kedua tersangka kini ditahan di Polres Bantul. Motif pasti masih dalam penyelidikan.

Gelagat Mencurigakan Sebelum Tewas

Herlan, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pordasi DKI Jakarta, disebut menunjukkan perilaku tak biasa sebelum ditemukan tewas. Putrinya, Wiwin Puji Astuti (37), terakhir bertemu ayahnya pada Agustus 2025. Saat itu Herlan pulang sebentar untuk mengambil pakaian dan dokumen, lalu pergi lagi tanpa menjelaskan tujuan.

Komunikasi keluarga dengan Herlan semakin sulit. Nomor telepon sering berganti, bahkan sempat menggunakan nomor milik seseorang bernama Feri. Kecurigaan keluarga memuncak ketika beredar kabar Herlan meninggal akibat sakit ginjal, namun kondisi fisik korban menunjukkan tanda-tanda kekerasan.

“Ada lebam di mata, pelipis kanan sobek, telinga mengeluarkan darah, rahang bengkak, lebam di punggung, dan ada luka lama di lutut,” ungkap Wiwin lirih.

Kondisi Saat Ditemukan

Herlan ditemukan tewas pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB oleh seorang warga yang sedang mencari rumput. Saat ditemukan, tubuh korban penuh luka lebam dan sobekan di wajah serta telinga.

“Untuk kondisi korban, kedua mata terbuka, terdapat lebam di sekitar bola mata, luka di pelipis kanan sekitar 4 cm, luka di pangkal hidung 1,5 cm, serta lebam di sekitar mulut kiri. Rahang kiri bengkak dan leher depan mengalami lebam,” jelas Rita.

Autopsi dan Penyelidikan Lanjutan

Keluarga kini menunggu hasil autopsi resmi dari tim kedokteran forensik untuk memastikan penyebab kematian. Polisi menegaskan kasus ini akan diusut tuntas, termasuk mengungkap motif bisnis yang diduga menjadi latar belakang tragedi.

  • Bagikan