Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Serang dan Bandung Terpaksa Naikkan Harga Jual

  • Bagikan

MitraBangsa.Online Serang — Para perajin tahu di wilayah Banjaragung, Kota Serang, Banten, terpaksa menaikkan harga jual produk akibat melambungnya biaya produksi. Kenaikan ini dipicu oleh harga bahan baku kedelai dan plastik pengemas yang terus merangkak naik.

Salah satu pemilik pabrik tahu, Nuraeni, mengungkapkan bahwa harga kedelai kini mencapai Rp10.500/kg, naik signifikan dari sebelumnya sekitar Rp8.000/kg.

“Harapan kami harga bisa stabil kembali. Tidak perlu turun drastis ke harga awal, yang penting tidak terus merangkak naik,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Harga Tahu di Bandung Ikut Naik Fenomena serupa terjadi di sentra tahu Cibuntu, Kota Bandung. Ketua Paguyuban Pengrajin Tahu dan Tempe Jawa Barat, Muhammad Jamaludin, menyebut harga tahu per papan naik dari Rp60.000 menjadi Rp62.000 sejak Selasa (31/3/2026).

  • Satu papan berisi 80–120 potong tahu.
  • Kedelai merek Bola: Rp10.600–Rp10.700/kg.
  • Kedelai merek Kanada: Rp10.300/kg.

Jamaludin menilai kenaikan harga kedelai dipengaruhi konflik geopolitik Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat, serta kenaikan harga plastik pembungkus tahu.

“Ngaruh besar karena seperti plastik, bahan bakunya dari luar. Kedelai juga impor, kebanyakan dari Amerika, terus Kanada juga ada,” jelasnya.

Dampak ke Konsumen Sejumlah penjual tahu mulai menyesuaikan harga jual. Yanto (50), salah satu pedagang, mengaku akan menaikkan harga tahu dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per bungkus.

Ancaman Mogok Produksi Jamaludin menambahkan, jika harga kedelai dan tahu tidak terkendali, para pengrajin bisa melakukan mogok produksi karena kerugian signifikan. Meski begitu, daya beli masyarakat masih cukup tinggi setelah Lebaran.

  • Bagikan