Terungkap: Mahasiswa Ahmad Husaini Tewas Dibunuh Temannya Di Gondanglegi, Malang

  • Bagikan

MitraBangsa.Online Malang – Misteri kematian Ahmad Husaini (25), seorang mahasiswa yang ditemukan tak bernyawa di sebuah tempat pencucian mobil di Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, akhirnya terkuak. Polisi berhasil mengamankan pelaku yang tak lain adalah kenalan korban sendiri.

Pelaku diketahui bernama M. Fikri (26), warga Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi. Ia menyerahkan diri ke pihak kepolisian tak lama setelah kejadian tragis itu terjadi.

“Setelah insiden tersebut, pelaku sempat pulang ke rumah sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Gondanglegi,” ungkap Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, Senin (19/5/2025).

Dari hasil penggeledahan, aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam berupa pisau sepanjang 30 cm yang digunakan untuk menyerang korban. Selain itu, turut diamankan barang pribadi milik korban seperti kalung, rokok, uang tunai, serta pakaian korban dan pelaku, dan 4 botol minuman keras jenis arak Bali.

“Pisau yang digunakan untuk menghabisi korban ditemukan dan langsung diamankan sebagai barang bukti utama,” jelas Bambang.

Fikri kini telah diamankan di Rutan Polres Malang dan dikenai Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, atau Pasal 351 ayat (3) KUHP terkait Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian. Penyidik masih terus mendalami kasus ini, termasuk menggali motif di balik aksi pembunuhan tersebut.

“Pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi masih berlangsung untuk memastikan kronologi lengkap dan motif yang melatarbelakangi peristiwa ini,” tambah Bambang.

Sebelumnya, Ahmad Husaini ditemukan tewas bersimbah darah pada Sabtu (17/5/2025) di sebuah bengkel cuci kendaraan di Sukosari. Korban, yang merupakan warga Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, Malang, mengalami luka serius akibat senjata tajam di berbagai bagian tubuhnya.

Saat ditemukan, jasad Ahmad dalam posisi tengkurap dengan luka parah di kepala, leher, punggung, lengan, pundak, dan paha. Polisi menyebut korban sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya tewas di lokasi kejadian.

Kasus ini kini dalam penanganan intensif aparat kepolisian, dan pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

  • Bagikan