Tarif Nol Persen, Ekspor Tuna Indonesia Kian Dilirik Jepang

  • Bagikan

Mitrabangsa.Online – Peluang ekspor tuna Indonesia ke pasar Jepang semakin terbuka lebar setelah penerapan tarif nol persen untuk komoditas perikanan unggulan seperti tuna, cakalang, dan tongkol. Kebijakan ini membuat produk laut Indonesia kian kompetitif di pasar internasional, khususnya Negeri Sakura yang dikenal sebagai salah satu konsumen terbesar tuna dunia.

Aktivitas Pengolahan Tuna di Ternate

Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate, Maluku Utara, aktivitas pengolahan tuna kualitas ekspor terus berjalan. Senin (19/1/2026), para pekerja terlihat sibuk memindahkan ikan tuna segar ke unit pengolahan. Ikan-ikan tersebut dipersiapkan dengan standar ketat agar memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus meningkat.

Proses pengolahan dilakukan mulai dari pembersihan, pemotongan, hingga penyimpanan dalam ruang pendingin bersuhu rendah. Semua tahapan ini bertujuan menjaga kualitas daging tuna agar tetap segar saat tiba di Jepang.

Jepang Jadi Pasar Utama

Jepang selama ini dikenal sebagai pasar utama tuna dunia, terutama untuk kebutuhan sushi dan sashimi. Dengan adanya tarif nol persen, produk tuna Indonesia kini lebih mudah masuk tanpa beban biaya tambahan. Hal ini membuat eksportir lokal semakin bersemangat meningkatkan produksi.

Menurut pelaku usaha perikanan, kebijakan ini bukan hanya membuka peluang ekspor lebih besar, tetapi juga memberikan dorongan bagi nelayan dan industri pengolahan ikan di daerah.

Dampak Ekonomi bagi Nelayan

Kebijakan ekspor ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Dengan harga jual yang lebih stabil dan permintaan yang tinggi, nelayan di Maluku Utara dan daerah penghasil tuna lainnya bisa memperoleh keuntungan lebih baik.

Selain itu, pemerintah daerah juga menilai peluang ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen tuna terbesar dunia.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski peluang terbuka lebar, sejumlah tantangan masih harus dihadapi. Di antaranya:

  • Kualitas produk harus konsisten sesuai standar internasional.
  • Rantai distribusi perlu diperkuat agar ikan tetap segar hingga ke pasar tujuan.
  • Pengawasan ilegal fishing harus diperketat agar ekspor tidak tercoreng oleh praktik penangkapan yang tidak berkelanjutan.

Harapan ke Depan

Dengan adanya kebijakan tarif nol persen, Indonesia diharapkan mampu memperluas pangsa pasar ekspor tuna ke Jepang dan negara lain. Pemerintah pusat bersama daerah terus mendorong peningkatan kapasitas produksi, pengolahan, serta sertifikasi mutu agar produk perikanan Indonesia semakin dipercaya dunia.

  • Bagikan