Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Seoul Jadi Tonggak Diplomasi Ekonomi Baru

  • Bagikan

MitraBangsa.Online Jakarta — Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Seoul, Korea Selatan, pada akhir Maret hingga 1 April 2026, menandai fase krusial dalam arsitektur diplomasi ekonomi Indonesia. Pertemuan ini menghasilkan 10 Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang menyentuh sektor vital masa depan bangsa: energi, digitalisasi, sumber daya manusia, hingga keuangan.

Kemitraan Mineral Kritis Indonesia menegaskan posisi tawar dengan menolak sekadar menjadi penyedia bahan mentah. Presiden menekankan hilirisasi dan transfer teknologi sebagai syarat investasi.

  • POSCO Holdings: pengembangan pabrik baja terintegrasi.
  • LX International: tambahan investasi US$500 juta (Rp7,8 triliun).
  • Total komitmen investasi perusahaan Korea diproyeksikan mencapai Rp289 triliun.

Diplomasi Energi Hijau Kerja sama juga mencakup teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan produksi migas nasional. Fokusnya adalah transisi energi berkelanjutan dengan tetap menjaga kedaulatan nasional.

Konektivitas QRIS Antarnegara Bank Indonesia dan Bank of Korea meresmikan Cross Border QR Payment Linkage, memungkinkan transaksi ritel tanpa bergantung pada dolar.

  • Memperkuat kerangka Local Currency Transaction (LCT).
  • Memberi manfaat langsung bagi UMKM dan pariwisata.
  • Mengurangi biaya transaksi dan memperkuat ekonomi digital.

Kerja Sama Digital & AI Integrasi kecerdasan buatan (AI) menjadi agenda pembangunan manusia seutuhnya. Fokus pada efisiensi layanan publik di sektor kesehatan dan pendidikan, sekaligus memperkuat kedaulatan data nasional.

Diplomasi Finansial Kemitraan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan Exim Bank of Korea membuka akses pembiayaan kompetitif bagi Proyek Strategis Nasional (PSN). Skema ini memperbesar ruang fiskal tanpa membebani APBN.

Penghargaan Internasional Presiden Prabowo menerima Grand Order of Mugunghwa, penghargaan tertinggi Korea Selatan, sebagai pengakuan atas kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

  • Bagikan