Enggano, 8 April 2026 – Seorang warga Desa Banjarsari, Kecamatan Enggano, bernama Reno, menjadi korban serangan buaya saat sedang mencari lokan di Sungai Kahabi, Sabtu (4/4) lalu.
Menurut keterangan yang dihimpun, saat kejadian korban sedang mencari lokan bersama adiknya di sungai. Tiba-tiba terdengar suara riak air yang cukup keras.
Adik korban sempat bertanya, “Suara apa itu, Kak?” lalu korban menjawab bahwa suara tersebut kemungkinan berasal dari ikan.
Namun tidak lama kemudian, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam korban secara mendadak.
Korban berusaha menghindari serangan dan mempertahankan diri dengan menahan mulut buaya agar tidak mengenai bagian tubuhnya. Dalam upaya tersebut, tangan korban mengalami luka akibat gigitan.
Setelah pertahanan korban terlepas, buaya sempat menyerang ke arah perut. Beruntung, korban selamat karena di dalam bajunya terdapat lokan yang diduga mengurangi dampak serangan sehingga perut korban tidak mengalami luka serius.
Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari naik ke daratan, sementara buaya akhirnya kabur kembali ke sungai.
Usai kejadian, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Akibat luka gigitan tersebut, korban harus menjalani penjahitan sebanyak 12 jahitan.
Warga setempat menyebutkan bahwa buaya tersebut memang kerap terlihat di sekitar wilayah Desa Banjarsari.
“Buaya ini sering terlihat pada siang hari oleh para petani sawah, dan juga sering muncul pada malam hari di dekat pelabuhan perahu nelayan Desa Banjarsari,” ujar salah seorang warga.
Kejadian ini membuat masyarakat sekitar semakin waspada, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai dan area pelabuhan nelayan.












